Rooney Dilarang Mengemudi Dua Tahun
Wayne Rooney terpaksa harus menerima putusan Pengadilan Stockport, Manchester, Senin (18/9) waktu setempat. Pada proses pengadilan yang dijaga ketat oleh pihak keamanan tersebut, Rooney dengan sadar mengakui tuduhan yang dijatuhkan padanya yakni terkait pelanggaran saat mengemudi.
Selain mendapat hukuman larangan mengemudi, Rooney juga mendapat sanksi sosial selama 12 bulan. Pemain berusia 31 tahun tersebut juga diwajibkan melakoni kerja selama 100 jam tanpa upah sebagai bentuk dari sanksi sosialnya tersebut.
“Setelah sidang hari ini, secara terbuka saya minta maaf atas ketidak pedulian saya dalam melanggar batas aturan mengemudi. Saya benar-benar salah,” demikian bunyi permintaan maaf Rooney dalam rilis resmi.
“Saya sudah meminta maaf pada keluarga, manajer, pimpinan dan semua pihak di Everton. Sekarang saya ingin meminta maaf kepada seluruh fans dan semuanya yang sudah mengikuti dan mendukung saya sepanjang karir.”
“Tentu saja saya menerima hukuman yang dijatuhkan pengadilan dan semoga saya bisa menebus beberapa kesalahan saya melalui sanksi sosial.”
Tim pengacara Rooney juga telah mengajukan permohonan kepada Hakim Distrik John Temperley agar tidak menyertakan sanksi sosial pada kliennya. Hanya saja pihak pengadilan berasumsi jika sanksi denda besar tidak akan mampu membuat Rooney jera.
Dalam hukumannya tersebut, mantan pemain Manchester United tersebut diwajibkan membayar biaya tuntutan sebesar 85 juta pounds serta biaya untuk korban dengan nominal sama. Sedang pihak Everton menyatakan akan menghukum sang pemain dengan denda dua pekan gaji.
Rooney masih berkesempatan untuk mengurangi jumlah hukuman larangan berkemudi sebanyak 24 pekan dengan syarat bersedia mengikuti kursus mengemudi spesial pada 2 Februari 2019 nanti.
Sebelumnya, mantan kapten timnas Inggris ini ditangkap polisi pada awal bulan ini setelah ia diduga mengemudi dalam kondisi mabuk di Prestbury, Cheshire, tujuh mil dari rumahnya.
Selain mendapat hukuman larangan mengemudi, Rooney juga mendapat sanksi sosial selama 12 bulan. Pemain berusia 31 tahun tersebut juga diwajibkan melakoni kerja selama 100 jam tanpa upah sebagai bentuk dari sanksi sosialnya tersebut.
“Setelah sidang hari ini, secara terbuka saya minta maaf atas ketidak pedulian saya dalam melanggar batas aturan mengemudi. Saya benar-benar salah,” demikian bunyi permintaan maaf Rooney dalam rilis resmi.
“Saya sudah meminta maaf pada keluarga, manajer, pimpinan dan semua pihak di Everton. Sekarang saya ingin meminta maaf kepada seluruh fans dan semuanya yang sudah mengikuti dan mendukung saya sepanjang karir.”
“Tentu saja saya menerima hukuman yang dijatuhkan pengadilan dan semoga saya bisa menebus beberapa kesalahan saya melalui sanksi sosial.”
Tim pengacara Rooney juga telah mengajukan permohonan kepada Hakim Distrik John Temperley agar tidak menyertakan sanksi sosial pada kliennya. Hanya saja pihak pengadilan berasumsi jika sanksi denda besar tidak akan mampu membuat Rooney jera.
Dalam hukumannya tersebut, mantan pemain Manchester United tersebut diwajibkan membayar biaya tuntutan sebesar 85 juta pounds serta biaya untuk korban dengan nominal sama. Sedang pihak Everton menyatakan akan menghukum sang pemain dengan denda dua pekan gaji.
Rooney masih berkesempatan untuk mengurangi jumlah hukuman larangan berkemudi sebanyak 24 pekan dengan syarat bersedia mengikuti kursus mengemudi spesial pada 2 Februari 2019 nanti.
Sebelumnya, mantan kapten timnas Inggris ini ditangkap polisi pada awal bulan ini setelah ia diduga mengemudi dalam kondisi mabuk di Prestbury, Cheshire, tujuh mil dari rumahnya.

Tidak ada komentar